SENI KARAWITAN REMAJA, TRISODHO LARAS MANUNGGAL WONOGIRI
- May 26, 2026
- Sundoyo
Upaya pelestarian kebudayaan tradisional atau budaya lokal bukan saja menjadi tanggungjawab kaum tua atau orangtua, namun lebih dari itu upaya ini juga harus mulai dikenalkan dan dikembangkan pada anak remaja atau usia sekolah. Dalam beberapa kegiatan ekstrakurikulerpun kadang kegiatan pelestarian budaya lokal ini sudah masuk dalam kurikulum pendidikan sekolah. Budaya kesenian tradisionil jawa khususnya gamelan atau lebih dikenal dengan seni karawitan. kegiatan seni memainkan gamelan dan tembang tradisional (Jawa, Sunda, Bali) yang bertujuan melestarikan budaya dan dapat melatih kerja sama tim dan pengembangan karakter siswa sejak dini.
Di jenjang pendidikan sekolah, kurikulum kesenian jawa khususnya kesenian gamelan atau karawitan dimulai dari SD, SMP dan SMA, baik di perkotaan hingga merambah ke sekolah di pedesaan. Tanpa terkecuali, SMP Negeri 3 Purwantoro Wonogiri, salah satu SMP Negeri yang memberi kesempatan siswanya untuk mengenal, belajar memainkan dan berimprovisasi bersama dalam alunan gamelan dan gendhing-gendhing. Beberapa siswa terlihat sudah mulai asyik dan mengikuti irama gamelan diiringi suara sindhen remaja yang juga mulai terdengar vokal nya yang mengalun. Ini merupakan langkah awal pengembangan dan pelestarian Budaya lokal, berupa seni karawitan.
Paguyuban kesenian Trisodho Laras Manunggal, inilah sebutan atau nama yang menaungi kreativitas remaja belasan tahun, di SMP Negeri 3 Purwantoro. Di bawah asuhan Bapak Parno dan Bapak Anang Nuryadi, S.Pd. Di bawah asuhan beliaulah ini para siswa penabuh atau panjak remaja dapat menimba ilmu dan mengembangkan bakat seni nya. Bahkan dalam beberapa moment paguyuban ini sudah mulai terlihat tampil bersama, seperti di acara purnawiyata sekolah maupun mengisi acaraatau kegiatan sekolah lainnya.