KORMI BADEGAN KENALKAN JEMPARINGAN KE MASYARAKAT

  • Jul 11, 2026
  • Sundoyo

KORMI (Komite Olahraga Masyarakat Indonesia) adalah lembaga yang mewadahi berbagai Induk Organisasi Olahraga (Inorga) rekreasi di Indonesia. Fokus utama KORMI adalah mengelola, membina, dan mengembangkan olahraga berbasis kemasyarakatan dengan slogan "Sehat, Bugar, Gembira", untuk mewujudkan program nasional Gerakan Indonesia Aktif.

Pengurus KORMI Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo secara simbolis mengenalkan salah satu cabang olahraga yang bernaung di bawah kepengurusannya adlah Panahan Tradisionil kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Badegan. Kegiatan ini bersamaan dengan diadakannya gerakan Senam Sehat yang diselenggarakan di hari Jum,at, 10 Juli 2026 bertempat di Bukit Soeharto Desa Biting Kecamatan Badegan kabupaten Ponorogo.

Olahraga Panahan sendiri sebenarnya sudah banyak terdapat dan dijumpai di berbagai wilayah pedesaan bahkan sampai perkotaan. Unutk wilayah Ponorogo ada beberapa tempat latihan yang tergabung dalam Komunitas panahan atau jemparingan Kolosebo. Olahraga Panahan tradisionil atau disebut Jemparingan ini tidak seperti olahraha lainnya, karena selain juga sebagai sarana hiburan juga banyak terdapat keseruan dalam prosesnya. Sebut saja adanya istilah bebungah, yang didapatkan setelah penjemparing anak panahnya mengenai sasaran. Adapun bebungah ini merupakan apresiasi sebagai ungkapan kegembiraan, yang memang nilainya tidaklah terlalu mahal, bahkan terkadang relatif sangat ekonomis nilainya. bahkan ada beberapa chalenge dalam permainan ini.

Dalam Pengenalan di hari tersebut Ketua KORMI Kecamatan Badegan, Bpk Ghufron R menyampaikan kepada yang hadir bahwa olah raga ini perlu dikembangkan, selain merupakan hiburan, diharapkan mampu menjadi magnet bagi pengunjung wisata di Bukit Soeharto yang kini sedang dalam perbaikan. Olah raga hiburan ini juga diperuntukkan bagi anak-anak, yang biasanya juga dipertandingkan di tingkat propinsi bahkan nasional.

Jemparingan sendiri merupakan olahraga yang dahulu dikembangkan di lingkungan keraton, baik di yogyakarta maupun Solo. Jemparingan dengan gaya mataraman ini biasanya memakai target atau sasaran berupa bandul, dengan jarak panah sekitar 30m. Adapun cara membidiknya dengan duduk bersila. Yang lebih unik para penjemparingan menggunakan busana daerah komplit (beskap/sorjan, jarit, blangkon dsb) seperti punggawa kraton. Sedangkan Jemparingan yng biasa untuk anak-anak biasanya membidik dengan berdiri dengan jarak kurang lebih 10-15 m.

Diantara yang hadir dan penasaran untuk menjajal olah raga jemparingan ini akhirnya meluapkan penasarannya dengan mencoba bermain dan benarik busur, melepas anakpanah dan.....  ada yang kena sasaran, ada yang melenceng, bahkan ada yng masih tremor...  yaa begitulah Jemparingan, tidak bisa dianggap sepele... penasaran ayoo kiat coba buktikan.. 

Untuk sementara latihan Jemparingan di Area Bukit Soeharto dijadwal setiap minggu pagi/sore, buat anak-anak pelajar pun bisa bergabung.  "Monggo silahkan datang." Kata salahsatu pengurus Jemparingan di Biting tersebut.