MINILOK : PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING WILAYAH BADEGAN
- Oct 24, 2025
- Sundoyo
Kecamatan Badegan, 23 Oktober 2025. Mini Lokakarya percepatan penurunan Stunting di kecamatan Badegan diselenggarkan dengan menghadirkan TP. PKK se wilayah Badegan, Pendamping Keluarga, Pengurus BKR dan beberapa undangan dari instansi lainnya. Kegiatan ini diselenggarakan Pemerintah Kecamatan Badegan, dengan Puskesmas Badegan dan Balai Penyuluh KB wilayah Badegan, yang juga dihadiri Forpimcam dan Kepala KUA Badegan sebagai Narasumber.
Maraknya pernikahan usia dini, minimnya pengetahuan tentang membina keluarga yang sehat dan bertanggungjawab dan akhlak berkeluarga yang masih jauh dari harapan, menjadi topik dan alasan diadakannya mini lokakarya untuk mendukung program percepatan penurunan angka stunting terutama di wilayah Kecamatan Badegan.
Dalam kesempatan tersebut Kepala KUA Badegan menyampaikan data pernikahan di bawah usia nikah, mengalami penurunan. Menurut data tahun 2024 ada 10 catin dibawah usia 20 th, sedangkan di tahun 2025 hingga Bulan Oktober ini ada 3 catin terdeteksi dengan beberapa faktor alasan, sehingga perlu pendekatan secara kekeluargaan untuk bisa menunda dan mendewasakan usia pernikahan. Sedangkan Camat Badegan menyampaikan Ketertiban administrasi kependudukan untuk menopang pernikahan yang sesuai dengan usia kematangan sebuah pernikahan, serta dapat mencegah pernikahan dini.
Adapun sebagai seorang penyuluh KB, Aniek Koesumawati menyampaikan materi Elsimil/Siga Mobile. Elsimil (Elektronik Siap Nikah dan hamil)adalah aplikasi skrining dan pendampingan dari BKKBN untuk Calon Pengantin, sedangkan SIGA Mobile adalah aplikasi BKKBN yang digunakan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk memverifikasi dan memvalidasi data Keluarga Rawan Stunting (KRS) guna mencegah stunting,
"Untuk itu BKR harus lebih diintensifkan lagi di setiap desa, untuk langkah dini dalam mengurangi pernikahan dini dan atau membekali calon pengantin dengan materi kesehatan dan pengetahuan lainnya guna mendukung penurunan angka stunting di wilayah kita." demikian tuturnya mengakhiri materi pada pertemuan Minilok tersebut.
Demikianlah, pada kesimpulannya penurunan angka stunting bukan hanya tanggungjawab para-para petugas negara, tapi masyarakat bahkan keluarga kecil yang harus menjadi sasarannya terlebih dulu termasuk KRS (Keluarga Resiko Stunting), harus ikut memikirkan masa depan calon-calon keluarga ini. semoga keluarga harapan ini akan menuai kebahagiaan, sehat jasmani dan rohaninya di masa depannya.