PASAR MBAKO TEMON
- May 03, 2026
- Sundoyo
Menjelang fajar menyingsing, riuh ramainya suara terdengar, lambat-laun mulai nampak berdatangan para-para warga menuju lokasi pertigaan jalan sebelah selatan Jembatan Pelangi atau Jembatan Gantung di Desa Biting Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo. Di situlah nampak bergerombol, berkerumun hilir mudik masyarakat terutama didominasi oleh kaum ibu-ibu. Pasar Krempyeng, Pasar Mbako atau banyak sebutan lainnya yang selalu nampak setiap hari pasaran Legi. Sejak ba'da subuh hingga matahari naik sepenggalah selalu banyak dihadiri, didatangi warga, baik lokal maupun dari desa atau kecamatan di sekitar Desa Biting, bahkan nampak beberapa pedagang dari lain provinsi.
Sebutan Pasar Mbako memang sangat tepat dan relevan karen hampir 90% barang dagangan yang ada adalah berbau tembakau, sebut saja, bibit, hasil olahan tembakau, alat dan fasilitas tanam dan produksi tembakau serta beberapa atribut atau alat pelengkap packing tembakau. Tentu saja ada beberapa dagangan lainnya seperti makanan tradisional, sarapan sego pecel atau kepentingan rumahtangga lainnya. Pasar ini biasanya dimulai sejak fajar menyingsing. Beberapa pedagang, penjual dan pembeli secara tertib berderetan di tepian jalan poros desa, sehingga seringkali memacetkan arus transportasi, tapi itulah pasar krempyeng.
Desa Biting yang terkenal dengan produk unggulan, Tembakau Tradisonalnya (Mbako Temon) yang sudah terkenal karena citarasa kekhasannya, banyak diminati terutama untuk konsumsi rokok tingwe (lintingan dewe). kadar nikotinnya sangat tinggi sehingga harganya pun relatif tinggi. Mampu disimpan hingga 1-2 tahun berikutnya pasca panen, bila kadar air atau perawatannya baik, juga terpengaruh kondisi cuaca. Hampir semua keluargaa memiliki produk tembakau ini, walaupun tidak memiliki lahan sendiri mereka menanam tembakau di lahan milik perhutani dengan sistem sewa atau hak guna. namun ini sangat membatu para petani di wilayah ini.
Pasar yang berada di sekitar Jembatan pelangi ini akan sepi jika pedagang/pembeli yang berasal dari luar daerah sudah meninggalkan pasar, maka begitu pula penjual tembakau yang merupakan warga lokal akan bubar dengan sendirinya, akan tetapi kadangkala masih terjadi lagi transaksi jualbeli tembakau ke rumah-rumah. ini juga berlaku di hari-hari lainnya. Jika musim tembakau panen, maka jalanan di sekitar Jembatan Pelangi ini akan terliaht ramai, macet tetapi sangat tradisional dan mengasyikkan untuk didatangi..